Postingan Pertama

Bismillah.

Menulis telah menjadi bagian dari hidup saya selama hampir tiga dekade. Perjalanan ini bermula saat saya masih di bangku Takashus Ngruki kemudian lanjut Kulliyatul Muallimin (KMI) PP. Darusy Syahadah Simo Boyolali. Kala itu, tahun 1998, internet adalah barang asing. Saya hanya menulis di majalah pesantren dan mencurahkan gagasan di buku tulis pribadi.

Titik balik produktivitas saya terjadi di kelas Niha’i (kelas akhir). Saat itu, saya berkesempatan membantu Ustadz Abu Fatiyah hafizhahullah (pendiri dan pemilik Toko Buku Arafah) menyusun beberapa buku menggunakan mesin ketik. Pengalaman itulah yang menempa hobi menulis saya menjadi sebuah kerja produktif.

Selepas pesantren, “petualangan” ini tak selalu mulus. Ada masa pasang surut. Saya bahkan sempat hampir dua tahun tidak menulis sama sekali, kecuali catatan pelajaran kuliah. Namun, perlahan Allah kembali membukakan jalan. Karya-karya pernah diterbitkan oleh Arafah Group di bawah pimpinan Ustadz Tri Asmoro rahimahullah, majalah di Malaysia, media nasional, hingga PP. Salman Al-Farisi Karangpandan Karanganyar. Alhamdulillah, semua semata-mata karena fadhilah Allah.

Seiring waktu, minat saya bergeser ke dunia penerjemahan. Dimulai dari artikel pendek para ulama di blog gratisan, kemampuan saya perlahan terasah hingga Allah memudahkan saya menerjemahkan kitab-kitab ulama hingga saat ini, bahkan mulai menyusun kitab dalam bahasa Arab.

Namun, dunia digital menyimpan tantangannya sendiri. Karya digital sangat bergantung pada akun, platform, dan perangkat fisik. Jika salah satu gagal, karya itu bisa lenyap seketika. Saya telah berulang kali mengalami musibah kehilangan data ini.

Saya pernah membangun situs profesional, pustakaqolbunsalim com, namun harus merelakannya hilang karena kendala biaya server. Saya juga pernah kehilangan kanal Telegram dengan 400 pengikut setia hanya karena nomor ponsel yang diblokir.

Terakhir, saya membangun website mutiaramuslimah.com milik Pesantren Mulazamah Mutiara Muslimah yang saya dirikan. Dikarenakan kesalahan teknis gagal upgrade, data tiba-tiba hilang. Pengalaman pahit ini menyadarkan saya bahwa produk digital sangat rentan.

Lalu, bagaimana agar karya-karya ini bisa terus hidup dan melampaui usia saya? Saya tidak ingin tulisan-tulisan ini hilang begitu saja, karena saya sangat berharap ia menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga hari kiamat.

Inilah alasan saya kembali ke Blogger. Platform milik Google ini telah teruji selama puluhan tahun; bahkan beberapa blog lama saya tetap utuh meski tidak aktif. Melalui blog ini, saya ingin mendokumentasikan ide, minat, pengamatan, pekerjaan dan perjalanan saya sekaligus menjadikannya pusat akses (hub) untuk karya-karya e-book saya yang saya letakkan di Internet Archive, Github dan Google Drive. Dengan begitu, siapa pun dapat menjangkaunya dengan mudah dan manfaatnya tetap terjaga.

Saya meyakini, pekerjaan ini bukan memulai dari awal, tetapi menyempurnakan yang telah saya lakukan sebelumnya. Asalkan ikhlas biarpun hilang pahalanya tetap kekal, karena apapun yang ada di dunia ini fana.

-- Zen Ibrahim hafizhahullah 28 Rajab 1447 H / 17 Januari 2026

Next Post
No Comment
Add Comment
comment url